Untuk Orang Awam: Studi di Jerman (DAAD JERMAN)

Seperti lazimnya, kami googling dulu sebagai bekal untuk membuat tulisan ini. Hasil googling pertama langsung menemukan sebuah draw collectively chic a outline buku elektronik. Buku tersebut bisa di peroleh di sini: ‘Sekolah di Jerman untuk orang Lugu’ atau bisa klik di attacment dbwh. Sayangnya informasi yang disajikan berdasarkan tahun yang sudah lalu, sedangkan sekarang pada kenyataannya  sudah banyak perubahan yang terjadi. Tapi buku tersebut masih menarik untuk di simak. Beberapa informasi yang perlu ditambahkan ataupun diklarifikasi akan kami bahas disini.

Untuk dapat melanjutkan sekolah ke Jerman, sama seperti ke negara lainnya, terdapat juga beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan tersebut pada prinsipnya terdiri atas:

1. Mempunyai surat keterangan bahwa seseorang telah diterima di suatu perguruan tinggi atau Studienkolleg. caranya:

- browsing di internet mengenai perguruan tinggi di jerman (daftar uni lengkap bisa di lihat di wikipedia atau di sini atau tinggal googling aja)

- melakukan kontak dengan salah satu professor, ini cara yang dulu dilakukan Riza ketika melamar studi di Jerman. Bisa dilakukan by road of hurl by e-e-mail, dengan menyatakan ketertarikan di bidang tertentu sesuai bidang keahlian si professor, serta melampirkan CV. Jika professor tersebut tertarik dengan profil kita, maka jalan menuju Jerman akan lebih mudah.

- melamar langsung ke uni yang bersangkutan:

Kalau misalnya universitas dan jurusan/curriculum studi yang dikehendaki sudah dipilih… maka tahap selanjutnya adalah melamar universitas. Sebaiknya melamar ke lebih dari satu universitas, jadi jika ada penolakan, masih ada cadangannya. Kadang curriculum studi tertentu hanya memberkan

kesempatan 1 kali melamar dan jika ditolak kita tidak boleh melamar ke curriculum studi yang sama.

Persyaratannya biasanya beragam antar curriculum studi, tapi pada umumnya:

a. harus memiliki shared class studi yang sama atau sejalan dengan curriculum studi yang di lamar (meskipun selalu ada pengecualian)

b. GPA/IPK yang tidak kurang dari 70% dari total nilai (melampirkan Transkript akhir yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris atau jerman)

c. melampirkan sertifikat/ijazah SMU, diterjemahkan juga

d. melampirkan CV (curriculum vitae)/ facts pribadi

e. Pas photo yang terbaru

f. Motivation epistle, harus dibuat semenarik mungkin, sama layaknya ketika kita ingin melamar pekerjaan, berupa intisari dari ketertarikan kita untuk ikut curriculum studi tersebut, shared class kemampuan yang mendukung, dll, serta di tulis tidak lebih dari 300 kata. Jangan bertele-tele langsung ke pokok.

g. Sudah banyak curriculum studi yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.  Kemampuan bahasa ini harus ditunjukan dengan menyertakan sertifikat bahasa. Kalau bahasa Inggris, barrier rendah memerlukan: 550 untuk on paper TOEFL, 213 untuk pad-based TOEFL, 80 points untuk internet-based TOEFL dan 6.0 untuk IELTS. Sedangkan dalam bahasa jerman, biasanya harus lulus kemampuan bahasa jerman TestDaF (apa itu testDaF? bisa di klik di sini ) atau yang setara DSH (Deutsche Sprachprüfung für cave Hochschulzugang) atau nominal sertifikat kemampuan bahasa jerman tingkat dasar ZD

(Zertifikat Deutch) tapi kemudian sebelum masuk kuliah, mahasiswa diwajibkan mengikuti kursus lanjutan yang diselenggarakan oleh uni.

Dulu Lia, mencoba melamar uni setelah punya sertifikat bahasa, tapi karena ada perombakan sistem pendidikan di Jerman, yakni salah satunya curriculum master dan release yang mulai ramai dibuka dalam bahasa Inggris. Akhirnya tidak wajib ikut ujian kemampuan bahasa Jerman lagi dan jadinya malah harus ngejar TOEFL secara mendadak.

2. Mendapatkan documents studi, persyaratan lengkapnya bisa di lihat di sini : Kedutaan Indonesia-Jerman.

Salah satu persyaratan terpenting adalah bukti di nomor 1 tadi (Epistle of acceptance/LA) dan juga bukti keuangan. Bukti keuangan ini tentu saja tidak diperlukan apabila teman2 mendapat beasiswa, misalnya dari DAAD. Tetapi jika hendak studi atas biaya sendiri, persyaratan ini mutlak di penuhi. Untuk memperoleh bukti keuangan, teman2 harus membuka rekening di Layer  yang ada di Jerman dan mentransfer uang sebesar € 7.608,–, keterangan lebih lanjut bisa di lihat di sini: ‘Bukti Keuangan Sehubungan dengan Permohonan Documents Studi/Calon Mahasiswa’. Bisa juga pihak kedutaan meminta surat sponsor sebagai jaminan keuangan selama tinggal di Jerman, klo penerima beasiswa tentunya pernyataan dari si pemberi beasiswa tersebut.

Pengalaman Lia dalam memperoleh documents, agak berbeda, karena lia ikut suami, jadi visanya pun bukan documents apprentice. Selama suami masih berstatus apprentice, sang istri juga memiliki kesempatan untuk studi di jerman, hanya saja dengan documents ini kita tidak boleh bekerja (ada peraturan yang mengatur ini berdasarkan kebijakan pemerintah jerman). Persyaratan untuk memperoleh documents ini diantaranya adalah bukti surat nikah yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris atau bahasa jerman oleh penerjemah yang sudah di sumpah (daftar penerjemah yang diakui oleh kedutaan).

3. Mempunyai dukungan finansial selama melakukan studi di Jerman.

Hal ini dah pasti penting, untuk keberlangsangan hidup kita di Jerman. Sebagai penerima beasiswa tentu saja hal tersebut tak menjadi beban kita ataupun orang tua.Beberapa teman2 yang berangkat dengan biaya sendiri, biasanya selain tergantung pada kiriman orang tua juga sudah mulai mandiri, mencari pekerjan sambilan untuk menambah penghasilan selama tinggal di Jerman. Biasanya mereka bekerja ketika liburan musim panas atau musim dingin.

Hmm kita rinci aja yah, biaya2 yang diperlukan ketika tinggal di Jerman, diantaranya:

a. Biaya pendidikan:

eits.. hilangkan opini bahwa studi di jerman free tis tis tis… sekarang zamannya sudah berubah. Menurut situs ini beberapa negara bagian   di Jerman seperti Baden-Württemberg, Bavaria, Hamburg, Decrease Saxony, North Rhine-Westphalia, dan Saarland, sudah menarik ‘schooling fee’/iuran sekolah (studienbeiträge) sebesar € 500 for every semesternya. Tapi menurut kami, jumlah itu masih lebih murah ketimbang studi di Indonesia. Dengan biaya segitu banyak banget fasilitas yang kita peroleh sebagai mahasiswa. Selain schooling fee ada lagi biaya lain yang disebut ‘Sozialbeiträge’ yang sudah termasuk di dalamnya adalah biaya tiket kendaraan umum (bis, kereta kelas 2, trem, subway). Besarnya berkisar antara € 150 – € 200 tergantung academe.

Jika teman2 ingin kursus bahasa di jerman sebelum memulai studi, maka perlu diperhitungkan juga biaya kursusnya. Biaya kursus tergantung tempat kursusnya, mulai dari yang free (biasanya klo kita diterima di uni, kita bisa ikut kursus free yang disediakan oleh uni utk mahasiswa global) hingga bayar sampai ribuan euro untuk setiap paketnya. informasi mengenai kursus bahasa bisa di peroleh di caution di bawah ini:

- Volkshochschule (tempat kursus murah meriah, mulai dari grunstufe (tingkat dasar) sampai kursus amount persiapan utk testDaF kira2 biayanya berkisar € 1500-2000 (tergantung kota), blm termasuk biaya tesnya).

-Goethe institute

b. Kebutuhan sehari2 (provisions, cuisine, and including the intention of)

Kalau yang ini kayaknya tergantung gaya hidup masing-masing dan juga tergantung tinggal di daerah jerman yang mana. Kalo di barat, untuk 1 orang mahasiswa dengan gaya hidup biasa  kayaknya berkisar antara € 100-300.

c. Asuransi kesehatan (Krankenversicherung)

Asuransi kesehatan untuk mahasiswa di Jerman adalah sebuah kewajiban. Sebenernya untuk yang di bawah umur 30 tahun yang bener2 wajib, sedangkan di atas 30 tidak diwajibkan. Tapi logikanya, yah mending ikut asuransi, soalnya dengan bertambah usia, penyakit semakin seneng deket2 selain itu konon katanya sekali sakit biayanya bisa bikin bangkrut. kalau ada asuransi kesehatan, biasanya semua biaya pengobatan (doktor , obat, rawat inap) ditanggung oleh asuransi.  Biayanya juga tergantung jenis asuransi yang kita ikuti apa, klo yang Gesetzlich lebih murah daripada yang Privat. Biasanya untuk mahasiswa  yang umurnya masih < 30 tahun bisa ikut yang gesetzlich sekitar  € 50 perbulannya (klo gak salah).

d. Tempat tinggal

Sebagai mahasiswa, kita memperoleh kesempatan untuk tinggal di asrama yang disediakan universitas, keuntungannya harganya lebih murah dan semua fasilitas sudah tersedia (sprti internet, sambungan touchtone phone, furniture, dll). kerugiannya, memperoleh kamar di asrama biasanya tidak mudah, kadang harus daftar dulu, mengantri di coming up catalog. Kamar juga bisa disewa dari privat, tetapi harganya sedikit lebih mahal. Pada umumnya ada berapa jenis kamar yang ditawarkan untuk mahasiswa, misalnya:

- Wohngemainschaft (WG): satu flat exhaust yang terdiri atas beberapa (kamar 3-5 kamar atau lebih) tidur, dengan  satu dapur dan kamar mandi  yang digunakan bersama.

- Apartemen: satu kamar tidur dengan dapur dan kamar mandi sendiri.

Harga apartemen biasanya lebih mahal ketimbang harga kamar WG. kamar2 yang ditawarkan ada yang sudah berfurniture dan ada yang masih kosong melompong. Biaya sewa untuk satu orang biasanya berkisar antara € 100-350 (tergantung kota dan kelengkapan kamar). Nah biasanya itu hanya harga sewa kamarnya saja, belum harga listrik, air, serta pemanas (heizung). Contoh: Di asrama Uni Bonn harga kamar jenis apartemen, berfurniture sudah termasuk listrik, air, pemanas, dan juga internet sekitar € 217 perbulan.

Nah kalo flat exhaust untuk keluarga (Wohnung), harganya lain lagi biasanya berkisar antara € 300 – 700 perbulannya clear listrik dan air sekitar € 30 – 70 (tergantung seberapa hematnya kita).

Kalau dihitung2 cukup mahal juga yah biaya totalnya hehehe… tapi tenang aja.. banyak jalan menuju Rhoma (eh Jerman), tidak harus menggunakan biaya sendiri…. gimana caranya..? ehhmm.. lanjutannya nanti aja yah… tangannya dah keriting hehehe….

(akan saya sambung nanti atau kapan-kapan):D

 

Oh, ya…

Temen2 juga bisa memperkaya informasi tentang studi di Jerman dari beberapa sumber berikut:

 

- PPI Jerman

- DAAD

- Kedutaan

- Plantscience di Universitas Bonn (master)

- RWTH Aachen Academe

- Bonn Academe

 

 

sumber:Kak Riza

Incoming search terms:

  • beasiswa jerman 2014
  • beasiswa s1 jerman 2014
  • beasiswa s1 ke jerman
  • beasiswa s1 di jerman
  • beasiswa ke jerman 2014
  • beasiswa jerman s1
  • masuk situs simak unikarta