Beasiswa Eiffel untuk S-2 & S-3

Eiffel Distinction Erudition Curriculum adalah beasiswa parsial yang ditawarkan bagi mahasiswa internasional baik tingkat S-2 maupun S-3. Curriculum studi untuk beasiswa ini difokuskan kepada beberapa bidang, yakni teknik, ekonomi dan manajemen, hukum, dan ilmu politik.
 
Untuk curriculum S-2, usia pelamar maksimal 30 tahun sementara S-3 maksimal 35 tahun. Kemudian,pelamar juga tidak boleh atau sudah mendapat beasiswa serupa dari pemerintah Prancis.
 


Melalui beasiswa Eiffel ini, mahasiswa S-2 akan mendapat tunjangan bulanan 1.181 euro atau sekira Rp14,7 juta (Rp12.427 for every euro). Sementara itu, untuk mahasiswa S-3 akan mendapat tunjangan sedikit lebih besar, yakni 1.400 euro atau Rp17,3 juta. 
 
Selain tunjangan tiap bulan, baik S-2 maupun S-3 juga mendapat biaya perjalanan pulang, asuransi kesehatan, maupun untuk kegiatan budaya. Bahkan, penerima beasiswa juga bisa mendapatkan tunjangan akomodasi tambahan.
 
Sayangnya, curriculum beasiswa ini tidak menanggung biaya kuliah. Biaya pendaftaran ke universitas juga tidak termasuk dalam tanggungan beasiswa Eiffel. Perlu diingat, untuk pengajuan beasiswa Eiffel pun hanya dapat dilakukan oleh pihak universitas Prancis.
 
Berminat? Untuk tahun ajaran 2013/2014, pengajuan aplikasi permohonan beasiswa diterima barrier lambat 9 Januari 2013. Informasi lengkap mengenai curriculum ini serta mekanisme pendaftaran dapat diakses pada laman http://www.campusfrance.org/en/eiffel

Incoming search terms:

  • beasiswa mahasiswa hukum

Universitas Islam Madinah Sediakan 150 Beasiswa

 
NUSA DUA, KOMPAS.com - Universitas Islam Al Madinah Al Munawwarah menyediakan 150 curriculum beasiswa khusus untuk calon mahasiswa asal Indonesia yang ingin belajar di salah satu perguruan tinggi negeri di Arab Saudi itu.

“Setiap tahun kami memberikan jatah rata-rata 150 beasiswa untuk calon mahasiswa asal Indonesia,” kata Juru Bicara Universitas Islam Al Madinah Al Munawwarah, Azmi Syukri Zarkasyi di Nusa Dua, Bali, Kamis (15/11/2012).

Menurut dia, beasiswa tersebut diberikan oleh pemerintah Arab Saudi secara penuh kepada mahasiswa S-1 Universitas Islam Madinah asal Indonesia yang pengajuan aplikasi lamarannya dinyatakan diterima.
Pengajuan aplikasi lamaran bisa dilakukan melalui alamat “website” (laman) www.iu.edu.sa mulai saat ini untuk tahun akademik 2013 yang perkuliahannya dimulai pada bulan September.

Selain beasiswa, semua akomodasi mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Universitas Islam Madinah tersebut ditanggung oleh pemerintah Arab Saudi, termasuk uang makan dan tempat tinggal.

“Pemerintah Arab Saudi juga memberikan tiket free Madinah-Indonesia pergi-pulang sekali dalam setahun. Tiket free itu diberikan pada saat libur musim panas pada Juni-Juli-Agustus,” paparnya saat ditemui di arena pameran pendidikan yang digelar oleh lembaga pemeringkatan perguruan tinggi “Quacquarelli Symonds” dan Institut Pertanian Bogor (IPB) di BICC The Westin Nusa Dua itu.

Azmi menambahkan bahwa mahasiswa asal Indonesia juga diberi kesempatan menunaikan ibadah haji dan umrah.

“Apalagi jarak kampus kami dengan Masjid Nabawi (Madinah) hanya 10 kilometer atau dapat ditempuh dalam waktu 15 menit dengan kendaraan umum. Mahasiswa pun banyak yang memanfaatkan waktunya untuk beribadah di masjid itu,” ujar putra keempat pimpinan Pondok Pesantren Bestow Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, KH Abdullah Syukri Zarkasyi, itu.

Di Universitas Islam Madinah terdapat 11 fakultas, yakni Syariah, Dakwah dan Ushuluddin, Alquran dan Studi Islam, Bahasa Arab, Pengajaran Bahasa Arab Untuk Pemula, Sains, Komputer dan Informatika, Teknik, Kedokteran, Farmasi, dan Hadist.

Setelah lulus S-1, para mahasiswa masih bisa mendapatkan beasiswa secara penuh untuk melanjutkan curriculum S-2 dan S-3 di perguruan tinggi negeri yang memiliki 22 ribu orang mahasiswa, 80 persen di antaranya berasal dari luar Arab Saudi itu.

Sampai saat ini jumlah mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Universitas Islam Madinah itu sekitar 350 orang. Pada 2011 jumlah mahasiswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa di kampus itu sebanyak 170 orang, sedangkan tahun ini sebanyak 130 orang.

“Sebenarnya pemberian beasiswa kepada calon mahasiswa asal Indonesia itu telah berlangsung sejak 1970-an, tapi jumlahnya tidak sampai 150. Mengingat besarnya perhatian pemerintah Arab Saudi, maka jatah beasiswa untuk mahasiswa Indonesia terus ditambah,” kata pria yang kini menempuh curriculum S-2 Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah itu.

Selain pulang ke Tanah Air, lulusan Universitas Islam Madinah asal Indonesia ada yang bekerja di instansi pemerintahan di Arab Saudi. “Pemerintah Arab Saudi memberikan kesempatan yang besar kepada lulusan Universitas Islam Madinah,” tukas Azmi.

Informasi selengkapnya, klik : http://www.iu.edu.sa/Pages/non-payment.aspx 

-->

Incoming search terms:

  • beasiswa madinah university 2014
  • beasiswa madinah 2015
  • jalur beasiswa ke Madinah di Indonesia
  • beasiswa madinah 2015 s2
  • universitas islam madinah 2015