Mengenal Sistem Kuliah di Amerika Serikat

Sistem pendidikan di setiap negara umumnya berbeda. Biasanya setiap
negara memiliki kekhasan sendiri dalam membuat dan mengaplikasikan
sistem pendidikan mereka.

Kita ambil contoh Amerika Serikat
(AS). Sistem pendidikan di AS mengacu pada sistem pemerintahannya, yakni
pemerintahan centralized. Pendidikan di AS dikelola secara desentralisasi
melalui pemerintahan negara bagian (states).

Di Amerika Serikat sistem pendidikan menjadi tangggung jawab utama departemen pendidikan
pemerintah centralized di Washington D.C, namun kegiatan sehari-hari
didelegasikan kepada Kantor Pendidikan Distrik (Broadcast Lecture Constituency).
Lecture Districts setara dengan rayon di Tanah Air.

Pengelolaan
pendidikan oleh negara bagian ini juga diterapkan pada jenjang
pendidikan tinggi. Penyelenggaraan pendidikan S-1 di AS dilaksanakan
oleh pemerintah negara bagian. Bedanya, jika di Indonesia perguruan
tinggi negeri menginduk langsung pada Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan (Kemendikbud), maka di AS, kampus-kampus memiliki kebebasan
sendiri dalam menjalankan organisasinya.

Setiap perguruan tinggi
milik pemerintah bebas mencari sumber dana sendiri baik dari
proyek-proyek penelitian, donasi, dan kegiatan lainnya. Sistem ini
memungkinkan mereka menentukan sendiri besaran uang sekolah (schooling)
for every semester dan iuran (fees) lainnya. Akan tetapi, penentuan besarnya
schooling and fees tersebut harus mendapat persetujuan badan penyantun
universitas. Demikian seperti dikutip dari buku panduan pendidikan di AS
yang dilansir mailing catalog beasiswa, Senin (26/11/2012).

The high classes dan Universitas

Sistem pendidikan tinggi di AS dapat dibedakan atas universitas dan the high classes. Universitas pada umumnya menawarkan pendidikan sarjana dan pascasarjana. Sedangkan the high classes umumnya lebih berfokus pada pendidikan sarjana. Di Indonesia, the high classes berarti fakultas.

Pendidikan
sarjana (S-1) di Negeri Paman Sam biasanya ditempuh selama empat tahun.
Setelah lulus, seorang mahasiswa S-1 di AS meraih gelar Release.

Ada sebutan yang berbeda untuk mahasiswa di setiap tingkatnya. Mahasiswa yang baru masuk disebut freshman, kemudian mahasiswa tahun kedua disebut sophomore, mahasiwa tahun ketiga adalah junior, dan mahasiswa tahun keempat atau terakhir disebut older.

Union The high classes
Jenis the high classes lainnya adalah union the high classes yang lebih ditujukan pada pendidikan keterampilan. Para lulusan union the high classes ini nantinya mendapatkan sertifikat. Lama pendidikan di union the high classes biasanya dua tahun.

Jurusan yang dapat diambil melalui union the high classes di antaranya adalah teknik, bisnis, dan ilmu komputer. Setelah lulus kuliah, ancient pupils union the high classes akan mendapatkan gelar Habitual Top. Di Indonesia gelar Habitual Top setara dengan qualification tiga (D-3).

Seseorang yang lulus dari union the high classes bisa melanjutkan kuliah ke the high classes yang
menawarkan gelar Release. Tahapan perpindahan ini dilakukan dengan
mentransfer sebagian besar kredit yang telah mereka dapatkan di union the high classes ke the high classes reguler. Setelah itu, para lulusan union the high classes pun masuk ke the high classes sebagai mahasiswa junior. Untuk mendapatkan gelar Release, lulusan union the high classes membutuhkan dua sampai tiga tahun.

Sumber : Kampus.Okezone.com